Penguatan Sinergi Lintas Stakeholder, Bakesbangpol Kota Semarang Gelar Sarasehan Sinergi Aspirasi Antar Stakeholder

0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

MEDIA SUARA INDO – Stabilitas keamanan, kerukunan umat beragama dan ketenteraman masyarakat, merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan daerah.

Tanpa situasi yang kondusif, berbagai program pembangunan tidak akan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Semarang menggelar Dialog Interaktif dan Sarasehan “Sinergi Aspirasi Antar Stakeholder untuk Evaluasi dan Harmonisasi” di Hotel Quest Prime Jalan Pemuda Semarang, pada Selasa (30/6).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Sinergi Stakeholder dalam Menjaga Stabilitas, Kerukunan Umat Beragama dan Kamtibmas sebagai Fondasi Kota Semarang yang Maju, Berkeadilan Sosial dan Inklusif.”

Kepala Bakesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, forum ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, dalam menjaga kondusivitas Kota Semarang. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Melalui dialog interaktif dan sarasehan ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis bersama dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat kerukunan umat beragama serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Sinergi seluruh stakeholder merupakan modal utama, untuk mewujudkan Kota Semarang yang aman, harmonis, dan mendukung keberhasilan pembangunan,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, forum tersebut juga merupakan implementasi visi pembangunan Kota Semarang Tahun 2025–2029, yakni “Kota Semarang Menjadi Pusat Ekonomi yang Maju, Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif.”

Karena menurutnya, pembangunan ekonomi hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila ditopang oleh situasi keamanan, ketertiban dan kehidupan masyarakat yang rukun.

Dikatakan pula, dalam dialog menghadirkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi, forum tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret dalam memperkuat deteksi dini, mencegah potensi konflik sosial dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor.

Dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan, bukan semata menjadi tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum. Seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memperkuat toleransi, mengedepankan dialog, bijak dalam menyikapi informasi serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Melalui sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Semarang berharap tercipta kondisi daerah yang aman, damai dan inklusif, sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Narasumber lain berasal dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat serta dihadiri pula oleh perwakilan kecamatan di Kota Semarang dan forum-forum kerukunan beragama lainnya.

(Teguh/Sando)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *