Yayasan Budaya Kedhaton Mataram Agung Resmi Lahir di Semarang, Wadah Lestarikan Warisan Luhur Nusantara

0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

MEDIA SUARA INDO — Kota Semarang yang dikenal sebagai kota majemuk dengan kehidupan bermasyarakat yang penuh toleransi antarbudaya maupun keyakinan, kini resmi menjadi kedudukan Yayasan Budaya Kedhaton Mataram Agung. Yayasan ini lahir atas prakarsa para pemerhati, pegiat, dan pelaku sejarah budaya, dan sah berdiri secara legal pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Yayasan ini digagas dan didirikan oleh putra dalem SISKS PB XII Keraton Surakarta yang telah puluhan tahun setia mengabdi pada pelestarian budaya Jawa, bersama para pemerhati budaya Kota Semarang. Para pendiri yang tercantum dalam akta pendirian antara lain R.A.Ambarwati Kencono Wungu, R.M.Miko Alfian Yulianto, KRT. Kokok Wahyudi SH, RT. Hendarto Widi Utomo SE, Pujianto, Sutarno, Bambang Rochmani, Oke Dwi Astuti, dan Farell Maynard Simanjuntak. Keputusan menjadikan Semarang sebagai pusat kedudukan yayasan dinilai sangat tepat, mengingat karakter masyarakatnya yang majemuk dan penuh toleransi, sekaligus sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

“Dengan adanya Yayasan Kedhaton Mataram Agung ini, izinkan kami selaku generasi penerus amanat leluhur Nusantara untuk terus mengabdi kepada Bumi Pertiwi. Kebudayaan adalah identitas bangsa yang wajib kita jaga dan lestarikan selama hayat masih dikandung badan,” ujar salah satu perwakilan pendiri menyampaikan harapan bersama.

R.A.Ambarwati Kencono Wungu menambahkan, kehadiran yayasan diharapkan menjadi wadah pemersatu budaya se-Nusantara pada umumnya, dan khususnya di wilayah Jawa Tengah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendiri yang telah bersatu hati mewujudkan yayasan ini. Sah berdiri dengan nomor akta AHU-0017765.AH.01.04./26, berkedudukan di Kota Semarang, Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal yayasan, RT. Hendarto Widi Utomo, SE, menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. “Seluruh insan budaya hendaknya taat pada aturan perundangan yang berlaku, guna mewujudkan suasana yang kondusif, seimbang, dan selaras. Mari kita bergandengan tangan menjaga tali persaudaraan sesama insan budaya Nusantara,” ajaknya.

Bertepatan dengan momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Hendarto juga menyampaikan harapan agar bangsa Indonesia semakin bermartabat dan jaya dengan senantiasa mengangkat budaya asli leluhur. “Semoga semesta senantiasa menyertai langkah kita bersama dalam menjaga dan mewariskan budaya luhur Nusantara bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

(Teguh/Sando)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *