MEDIA SUARA INDO – Penyakit ginjal pada anak terus menjadi perhatian. Data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyebut 1 dari 5 anak usia 12-18 tahun memiliki hematuria atau proteinuria sebagai gejala awal gangguan ginjal. Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia) juga mencatat adanya 19 kasus baru GGAPA (Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal) pada Mei 2025 di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Penyebabnya tidak lepas dari konsumsi GGL (Gula, Garam, Lemak) berlebih pada jajanan anak dan keterlambatan deteksi dini. Padahal gejala sakit ginjal GGAPA: seperti demam, mual, muntah, dan penurunan volume urine sering terabaikan.

Merespons hal ini, Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan edukasi di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Al Muta’allimin Semarang pada. Kegiatan ini didanai DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Poltekkes Kemenkes Semarang Tahun 2026 dan merupakan implementasi Transformasi Kesehatan pilar 1: layanan primer dengan pendekatan promotif-preventif.

Pelaksanaan dan Metode
Kegiatan menyasar 62 siswa dan 3 guru. Media yang digunakan: video interaktif, lembar balik, dan media presentasi yang colourfull agar menarik dan mudah dipahami anak.
Materi inti: fungsi ginjal, 11 tanda bahaya GGAPA versi Kemenkes, pentingnya minum air putih 6-8 gelas/hari, dan bahaya jajanan tinggi GGL. Dilengkapi dengan metode sederhana dengan mengecek dari warna urine dan sesi tanya jawab.

Hasil dan Dampak
Sebelum edukasi, 78% siswa belum tahu penurunan BAK/Buang Air Kecil bisa jadi tanda gangguan ginjal. Setelah kegiatan, 92% siswa mampu menyebutkan minimal 3 gejala awal GGAPA. Guru berkomitmen mengintegrasikan materi ke program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).
Terbentuk grup “Duta Ginjal Cilik” yang bertugas mengingatkan teman jajan sehat dan cukup minum.
Tim Pengabdi
Ketua Tim:
1. Sri Mulyati, S.Si., M.T.
2. Andrey Kurniawan,S.ST.,M.Eng.
3. Salis Nurbaiti, S.Tr.Kes. (Rad), M.Tr.ID.
Anggota Mahasiswa: Afi Tarisa, Muhamad Hafidz Giofanny, M. Daffa Rajendra, Vika Pramutia, Widiah Selfianah, Keyla
Kegiatan ini bukti nyata peran perguruan tinggi vokasi kesehatan dalam mendukung transformasi kesehatan. Dengan deteksi dini dan gaya hidup CERDIK: Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres, kita cegah gagal ginjal sejak usia sekolah.
“Ginjal Sehat, Anak Hebat, Indonesia Kuat”
(Sando)
