MEDIA SUARA INDO – Warga RT 05 RW 13 Perum Bukit Kencana Jaya, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang Kota Semarang menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh tim dari Universitas Semarang (USM) yang dihadiri oleh 4 Dosen dan 2 Mahasiswa. Tim PKM dari Universitas Semarang dipimpin oleh Ibu Surjawati, SE, MM, Akt, dan Anggota Tim antara lain Ibu Amerti Irvin Widowati, SE, M.Si, Akt, Bapak Nirsetiyo Wahdi, SE, MM, Akt, CA, BKP, CPA, dan Bapak Edi Nurwahyu Julainto, S.Sos, M.I.Kom. Mereka berhasil mengumpulkan sekitar 22 peserta dari kalangan warga setempat untuk mengikuti Edukasi Pengelolaan Bank Sampah, Minggu 02/11/2025.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Ketua Tim PKM dari Universitas Semarang (USM) ibu Surjawati, SE, MM, Akt dilanjut dengan doa dan sambutan Ketua RT 05 bapak Pujiono.
Dalam sambutannya ibu Surjawati menyampaikan terima kasih kepada warga RT 05 RW 13 Kelurahan Meteseh yang sudah memberikan waktu dan tempat buat Mengadakan Edukasi Pengelolaan Bank Sampah. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi Warga terutama tentang pengelolaan sampah di wilayah sekitarnya.
Sementara itu dalam acara edukasi disampaikan oleh Ibu Amerti Irvin Widowati, SE, M.Si, Akt, menyampaikan bahwa sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan proses alam yang berbentuk padat yang tidak dapat digunakan kembali.Sampah berasal dari sisa limbah rumah tangga antara lain dari sisa-sisa makanan, peralatan belajar, dari kelengkapan di kamar mandi, dan jajanan, katanya.

Jenis sampah itu dipilah menjadi 2 yaitu sampah Anorganik dan sampah Organik. Sampah Anorganik yaitu sampah yang berasal dari benda tak hidup dan sementara itu sampah organik yaitu sampah yang berasal dari hewan dan tumbuhan.
Dampak dari pembuangan sampah sembarangan akan menimbulkan pada dampak banjir. Sampah yang dibuang sembarangan biasanya saat hujan tiba akan terbawa arus hingga sampai kesungai. Akhirnya sampah yang terbawa arus itu sampai kelaut dan bersatu dari berbagai jenis sampah, katanya.
Edukasi yang diberikan oleh Ibu Amerti Irvin ini mendapat aspirasi dari warga, materi yang disampaikan ini mudah dipahami oleh peserta dan menjadi pengatahuan bagi peserta untuk mempraktekkan dalam kehidupkan sehari-hari bagaimana mengelola sampah yang baik dan efektif.
Pak Bejo salah satu peserta yang ikut acara ini menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM dari Universitas Semarang yang sudah memberikan pengalaman yang sangat berharga kepada warga. Semoga nantinya pengelolaan sampah ini bisa diterapkan dan bisa dikelola bersama-sama oleh Pengurus RT. Hasil dari pemilahan sampah itu bisa digunakan dan bermanfaat buat warga seperti botol atau kertas yang tidak dipakai bisa di jual, atau sampah organik bisa di buat pupuk, katanya.
Pak Bejo juga menyampaikan jika sisa makanan seperti sisa nasi, sayuran dan sejenisnya bisa dikumpulkan menjadi satu untuk dipakai buat makan ayam. Kebetulan di samping Pos Kampling RT 05 kita berternak ayam, daripada dibuang ya bisa buat makanan ternak, imbuhnya.
Dengan memberikan edukasi tentang pentingnya mengelola sampah pada tempatnya, sebuah langkah sederhana namun krusial dalam menghindari bencana banjir di musim penghujan. Kesadaran akan pengelolaan sampah harus dimulai dari diri sendiri dan rumah tangga, perilaku membuang sampah sembarangan dapat mengakibatkan penyumbatan saluran air, yang akhirnya memicu banjir.
Setelah sesi edukasii, peserta diajak untuk pengolahan limbah rumah tangga sederhana. mencakup teknik pengolahan limbah Anorganik dan Organik. Mereka diminta memilah-milah sampah seperti daun kering, kertas kardus kecil, sisa makanan dan lain-lain. Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang pengolahan sirkular sederhana di tingkat rumah tangga, sehingga limbah yang dihasilkan dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Pelatihan ini membuka mata kita bahwa limbah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk tanaman,” ungkap ibu Santi Murtiana, salah satu peserta. Ia merasa mendapatkan ilmu baru yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya akan mencoba menerapkan metode ini di rumah. Selain mengurangi sampah, juga bisa membantu tanaman saya tumbuh subur,” tambahnya.
Tim PKM tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membagikan goodie bag yang isinya berupa berbagai macam makanan dan pembungkusnya kepada peserta. Dengan ini, diharapkan warga dapat langsung mempraktikkan pengolahan limbah anorganik dan organiki.
(Sando)
