MEDIA SUARA INDO – Gelombang keluhan melanda warga di wilayah Kelurahan Meteseh menyusul pemadaman listrik yang berlangsung selama lebih dari 6 jam sejak jam 16.15 WIB sampai dengan jam 21.30 WIB. Durasi pemadaman yang dianggap tidak wajar ini memicu keresahan warga akibat terhentinya berbagai aktivitas vital.
Dampak Signifikan pada Sektor Rumah Tangga dan Usaha
Pemadaman yang terjadi tanpa pemberitahuan matang ini berdampak langsung pada operasional harian masyarakat. Beberapa poin utama yang dikeluhkan warga antara lain:
Kerugian Usaha Kecil: Pelaku UMKM seperti warung makan, jasa fotokopi, dan usaha laundry terpaksa tutup sementara, mengakibatkan hilangnya pendapatan harian.
Kebutuhan Air Bersih: Terhentinya pompa listrik menyebabkan krisis air bersih di sejumlah perumahan yang bergantung pada sumur bor.
Kerusakan Bahan Pangan: Warga melaporkan bahan makanan di dalam lemari es mulai membusuk akibat suhu yang tidak terjaga dalam waktu lama.
Suara Masyarakat
”Kami sangat kecewa karena listrik mati dari sore sampai malam belum juga nyala. Anak-anak sulit belajar, dan bahan-bahan di kulkas rusak,” ujar Santi, salah satu warga terdampak.
Tuntutan Kejelasan dan Kompensasi
Warga menyayangkan minimnya informasi mengenai estimasi waktu perbaikan dari pihak penyedia layanan listrik. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak adanya:
Kepastian Jadwal : Informasi transparan mengenai penyebab gangguan dan kapan aliran listrik akan kembali normal sepenuhnya.
Kompensasi: Tuntutan agar ada kebijakan kompensasi atas kerugian materiil yang dialami pelanggan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Perbaikan Infrastruktur: Evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah yang sama.
Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat dan efektif untuk memulihkan keadaan. “Kami hanya butuh kepastian. Jangan sampai pelayanan publik kalah dengan alasan teknis yang terus-menerus berulang,” tambah warga lainnya.
(Sando)
