MEDIA SUARA INDO – Acara Festival Balon Udara yang pertama kali di adakan di Kota Semarang ini banyak menarik minat warga Kota Semarang maupun dari luar Kota Semarang, mereka berbondong-bongong ingin menyaksikan penerbangan Festival Balon Udara, seperti yang biasa dilihat acara Festival Balon udara di wilayah Wonosobo dan Pekalongan. Acara ini digelar dalam rangka peringatan HUT Kota Semarang ke – 479 dan Ulang Tahun Bank Jateng Syariah. Warga tumplek blek di menuju Lapangan Tembak Kesdam IV Diponegoro berdekatan dengan Kampus UNDIP Tembalang, Minggu 03/05/2026.

Akibat banyak warga yang ingin menyaksikan acara ini, mengakibatkan kemacatan arus lalu lintas di jalan sekitar tersebut. Kemacetan cukup parah terjadi di Jalan Baskoro Baru atau Jalan Baru Undip Kelurahan Jangli, begitu juga yang terjadi di arah selatan, antrian yang bertepatan dengan acara CFD dari Jembatan Sikatak sampai dengan Pertigaan Lapangan Tembak.

Antrian tampak mengular dari pertigaan jembatan sikatak sampai Lapangan Tembak, begitu juga dari arah utara terjadi antrian panjang dari Candi Golf dan Muladi Dome. Banyak warga yang terpaksa putar balik karena tidak sabar untuk antre, mereka memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan menuju lapangan tembak.

Dari pantauan Awak media di lokasi lapangan tembak, puluhan ribu warga tampak dengan antusias menantikan Balon Udara mengudara diatas langit kota Semarang ini. Aneka Balon Udara yang berwarna cerah siap meluncur di udara sudah siap dari mulai pukul 07.00 WIB. Bahkan banyak warga yang sudah menanti mulai dari jam 06.00 WIB sampai akhir acara, namun karena kondisi angin yang cukup kencang maka balon yang sudah siap diterbangkan banyak yang robek dan bahkan ada yang meletus, akhirnya panitia memutuskan untuk tidak menerbangkan balon udara ini.
Santi (55) salah satu warga Meteseh, kepada awak media menampakkan kekecewaannya karena tidak bisa menyaksikan langsung penerbangan Balon Udara. Kekesalan ditujukan pada randown acara yang terlalu lama, harusnya balon bisa diterbangkan dulu antara jam 08.00 sd jam 09.00 WIB tidak menunggu lama, karena balon itu kan sudah dipanaskan dan siap terbang, karena menunggu terlalu lama dan panas didalam sehingga balonnya robek dan bahkan tadi terlihat ada yang meletus, katanya.

Dinar (21) warga Pedurungan kidul, salah satu warga yang beruntung karena mendapat 2 bibit pohon durian. Alhamdulillah sedikit untuk mengobati rasa kecewa pulangnya dapat bibit durian, katanya.
Kekecewaan warga sedikit terhibur dengan penampilan beberapa hiburan seperti barongsai dan music angklung. Balon udara ini banyak di datangkan langsung dari beberapa Desa di Wonosobo. Saat ini, balon udara lebih sering digunakan dalam olahraga, pariwisata, dan tujuan promosi.
Cara terbang balon udaranya yaitu di dalam balon dipanaskan oleh alat pembakar, membuatnya menjadi lebih rinestival ini tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan, namun juga memiliki nilai budaya yang sangat berarti bagi masyarakat setempat.
Berbeda dengan balon udara modern yang dapat mengangkut penumpang, balon di festival ini dibuat dari kertas atau plastic dan diterbangkan tanpa ada orang di dalamnya.
Namun, dengan adanya peraturan keselamatan udara, balon yang diterbangkan harus memenuhi standar tertentu, seperti larangan menggunakan kembang api atau bahan berbahaya lainnya.
(Sando)
