Aksi Damai di Pati Menjadi Memanas Kapolresta Pati Bersama Dandim 0718 Pati Langsung Turun Ke Lokasi

0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

MEDIA SUARA INDO – Aksi Demo di Alun-Alun Pati sejak Rabu pagi, 13 Agustus 2025 di ikuti oleh ribuan peserta aksi, mereka menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintah. Suasana yang awalnya kondusif mulai memanas menjelang siang, memicu kekhawatiran akan terjadinya bentrokan. Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Dandim 0718 Pati hadir langsung di lokasi guna berinteraksi dengan peserta aksi. Kehadiran mereka bertujuan mencegah eskalasi ketegangan dan memastikan penyampaian aspirasi tetap berlangsung sesuai aturan hukum. “Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan fokus menyampaikan aspirasi dengan damai,” ujar Kombes Jaka Wahyudi di tengah kerumunan massa.

Ketegangan meningkat ketika sejumlah peserta aksi melempar botol air mineral ke arah aparat yang berjaga. Meski upaya persuasif terus dilakukan, gesekan kecil tetap terjadi. “Kami memahami semangat rekan-rekan dalam menyuarakan pendapat, namun kami mohon agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kapolresta.

Aksi tersebut dikabarkan menimbulkan sejumlah korban, termasuk satu jurnalis yang tengah meliput jalannya aksi. Salah satu korban diketahui bernama Lilik Yuliantoro, wartawan media Tuturpedia.com. Ia dilaporkan mengalami sesak napas dan kelelahan akibat terpapar gas air mata saat bertugas di lokasi. Informasi awal sempat menyebut Lilik meninggal dunia saat meliput, meski mengenakan tanda pengenal pers. Namun, kabar tersebut belakangan terbantahkan setelah pihak redaksi Tuturpedia mengkonfirmasi kondisinya.

Isu adanya penyusupan kelompok anarko pun mencuat, setelah terlihat beberapa orang yang diduga memprovokasi massa untuk berbuat anarkis. Aparat segera memperketat pemantauan dan melakukan identifikasi terhadap pihak-pihak yang dianggap memicu kericuhan.

“Kami minta peserta aksi tidak terpengaruh oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu. Mari kita jaga Pati tetap aman,” kata Kombes Jaka. Pengamanan di sekitar alun-alun diperkuat dengan barikade TNI-Polri di sejumlah titik strategis. Meski demikian, Kapolresta memastikan langkah keamanan dilakukan secara humanis dan proporsional.

“Kami di sini bukan untuk membungkam suara rakyat, tetapi untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib,” tambahnya. Kapolresta juga mengingatkan bahwa demokrasi harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai aksi yang seharusnya menjadi wujud demokrasi justru berubah menjadi kerusuhan yang merugikan semua pihak,” pungkasnya.

(Sando)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *