Isu Kantor Berlianmedia Digeruduk Sejumlah Ormas Dibantah Pemimpin Redaksi

0 0
Read Time:3 Minute, 15 Second

MEDIA SUARA INDO — Isu yang menyebut bahwa kantor media massa online berlianmedia.com digeruduk sejumlah organisasi masyarakat (ormas), terkait pemberitaan Wisata Religi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, dibantah tegas oleh Pemimpin Redaksi (Pimred) M Taufik S, Selasa (25/8).

Pada kesempatan itu ditegaskan, bahwa hubungan Berlianmedia dengan berbagai ormas selama ini justru dibangun dalam semangat kemitraan, komunikasi dan kepentingan bersama, untuk mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Isu kalau kantor Berlianmedia digeruduk oleh sejumlah ormas itu tidak benar. Apalagi menyangkut pemberitaan isu Wisata Religi yang digelar Pemerintah Kota Semarang tahun 2025 lalu,” kata M Taufik saat ditemui di kantor berlianmedia.com, Jalan Tegalsari Barat V nomor 23 Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Selasa (25/8).

Menurutnya, Berlianmedia memang memiliki sejumlah informasi berkaitan dengan penyelenggaraan program Wisata Religi tersebut. Namun, informasi itu tidak serta-merta dipublikasikan, karena pihak redaksi tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian, verifikasi dan kode etik jurnalistik.

“Kami sebenarnya memiliki beberapa informasi terkait itu. Namun karena kami mengerti tentang kode etik jurnalistik, maka informasi tersebut masih kami simpan dengan berbagai macam pertimbangan,” ujarnya.

Informasi yang Masih Didalami

M Taufik juga mengungkapkan, salah satu informasi yang diterima redaksi berkaitan dengan dugaan adanya permintaan surat rekomendasi kepada sejumlah organisasi keagamaan di Kota Semarang, oleh oknum yang disebut-sebut berkaitan dengan jabatan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Semarang pada tahun sebelumnya, agar terkesan bahwa ormas keagamaan itu memberikan dukungan program wisata religi itu.

Namun, informasi tersebut menurutnya, masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut sebelum dijadikan materi pemberitaan.

“Kami tidak ingin membuat pemberitaan hanya berdasarkan informasi sepihak. Semua harus melalui proses verifikasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Sikap tersebut, lanjut M Taufik, merupakan bagian dari tanggung jawab media massa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, sesuai dengan undang-undang tentang pers. Selain itu, media juga tidak boleh berubah menjadi ruang penghakiman, tetapi juga tidak boleh kehilangan keberanian, untuk mengungkap informasi yang menyangkut kepentingan publik.

Bantah Dugaan Ada Anggaran untuk Hentikan Pemberitaan

Pemimpin Redaksi Berlianmedia.com tersebut juga membantah adanya dugaan, bahwa pihaknya menerima sejumlah anggaran untuk menghentikan pemberitaan mengenai program Wisata Religi tahun 2025 lalu.

“Tidak ada. Kami juga tegas membantah adanya dugaan menerima sejumlah anggaran untuk menghentikan pemberitaan tersebut,” tandasnya.

M Taufik menilai, isu semacam itu perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru, terhadap independensi media maupun hubungan Berlianmedia dengan organisasi masyarakat.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat tidak boleh dimaknai sebagai bentuk keberpihakan media terhadap kepentingan tertentu. Sebaliknya, hubungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang sehat.

Dugaan Rekomendasi untuk Umrah Gratis Juga Didalami

Selain membantah adanya informasi yang tidak jelas terkait media massa online yang dipimpinnya, M Taufik juga menyebut, saat ini redaksi juga menerima informasi lain yang masih dalam tahap pendalaman, terkait Wisata Religi tahun 2026 ini. Salah satunya terkait dugaan adanya sejumlah takmir masjid, yang diduga dimintai surat rekomendasi keberangkatan oleh oknum tertentu, untuk kepentingan program umrah gratis yang disebut-sebut dibiayai Pemerintah Kota Semarang.

Informasi tersebut menurutnya, belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum dilakukan verifikasi dan konfirmasi, terhadap pihak-pihak yang disebut maupun instansi terkait.

“Ini masih informasi yang kami terima dan tentu harus kami dalami. Prinsipnya, Berlianmedia tidak ingin membangun opini tanpa dasar. Kalau memang ada fakta dan bukti yang kuat, tentu akan kami sampaikan kepada publik secara proporsional,” jelas M Taufik.

M Taufik kembali menegaskan, media memiliki kewajiban menjaga keseimbangan antara kepentingan publik, hak jawab pihak yang diberitakan dan ketentuan kode etik jurnalistik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, pemerintah dan masyarakat sipil, untuk tidak mudah mempercayai isu yang belum terverifikasi.

“Ormas adalah sahabat dan mitra kami. Kalau ada informasi yang berkembang bahwa Berlianmedia digeruduk sejumlah ormas, itu tidak benar. Kami justru terbuka untuk berdialog dan melakukan klarifikasi apabila ada pihak yang merasa keberatan terhadap pemberitaan,” pungkasnya.

Berlianmedia.com, lanjutnya, akan tetap menjalankan fungsi pers secara profesional, kritis dan bertanggung jawab, sekaligus membuka ruang konfirmasi bagi setiap pihak yang berkaitan dengan informasi yang sedang didalami redaksi.

(Sando)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *