Prosesi Adat Jawa Kuno Satukan Dua Keluarga Besar dari Jawa, Palembang di Lampung

1 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

MEDIA SUARA INDO ​- BANDAR LAMPUNG, Minggu (06/09/2026) Suasana khidmat dan penuh nuansa budaya menyelimuti prosesi pernikahan Henry Wicaksono, Amd, A.B. dan Adelia Putriana, S. S, yang digelar di Gedung Graha Karya Utama Bandar Lampung. Usai meresmikan pernikahan dalam prosesi akad nikah, pasangan pengantin melanjutkan rangkaian upacara adat Jawa Tengah yang sakral sebelum menggelar acara resepsi.

​Prosesi ini menjadi momentum istimewa yang memadukan warisan tradisi dari dua wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Henry Wicaksono merupakan putra dari pasangan Pelda TNI (Purn) Budi Kushidayat asal Semarang dan Ibu Robisah dari Palembang, sementara Adelia Putriana merupakan putri dari keluarga besar Bapak Sulistiyo, SH (Alm) asal Yogyakarta dan Ibu komsiah, S.Sos, MM dari Garut. Meskipun seluruh rangkaian acara berlangsung di tanah Lampung, tradisi leluhur tetap dipertahankan secara otentik.

​Rangkaian upacara panggih (pertemuan pengantin) diawali dengan penyerahan pisang sanggan, dilanjutkan dengan tradisi balangan gantal (saling melempar sirih) sebagai simbol saling melempar kasih sayang dan mengikis rintangan. Henry kemudian menginjak telur (ngidak tigan) sebagai lambang kesiapan menjadi kepala keluarga, yang dilanjutkan dengan prosesi Adelia membasuh kaki sang suami (wiji dadi) sebagai tanda bakti dan kesetiaan.

​Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat kedua pengantin menjalankan tradisi kacar-kucur (penyerahan nafkah symbolis), dahar walimah (saling menyuapi), hingga sungkeman kepada kedua pasang orang tua. Kehadiran ornamen janur kuning, busana beskap dan kebaya bermotif batik klasik, diacara sungkeman kedua pengantin terhadap kedua orang tua menambah haru bagi hadirin yang menyaksikan serta alunan musik gamelan Jawa semakin memperkuat atmosfer kebudayaan di tengah kota Bandar Lampung.

​Perwakilan keluarga besar menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara adat ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen untuk melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa kepada generasi muda, meski sedang berada di rantau.

​Setelah seluruh tahapan upacara adat selesai dilaksanakan dengan lancar, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan tamu undangan untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

(Sando)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *