MEDIA SUARA INDO – SEMARANG, 23 JULI 2026 – Dalam rangka mewujudkan visi Gubernur Jawa Tengah, yaitu “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis komunitas keagamaan. Langkah konkrit tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif bidang Shibori dan Olahan Ikan bagi Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren).

Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Koperasi UKM dan Kewirausahaan Provinsi Jawa Tengah selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 21–23 Juli 2026, bertempat di Balai Pelatihan Koperasi UKM dan Kewirausahaan, Jl. Berdikari Raya No. 9, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang.
Dukungan Nyata Program Unggulan Gubernur
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen penuh dalam merealisasikan salah satu Program Unggulan Gubernur Jawa Tengah Bagi Koperasi Pondok Pesantren. Program ini menempatkan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan karakter dan keagamaan, tetapi juga sebagai pilar kemandirian ekonomi yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Melalui pemilihan dua bidang pelatihan produktif yang sangat potensial—yaitu Shibori (teknik pewarnaan kain kreatif) dan Olahan Ikan (pangan berkualitas berbahan baku lokal)—peserta dibekali keterampilan teknis serta manajemen usaha yang terintegrasi.
Rincian Fokus Pelatihan
1. Keterampilan Shibori: Membekali pengurus/anggota Koppontren dengan teknik lipat, ikat, dan pewarnaan kain berbasis seni tinggi yang memiliki nilai jual fashion/kriya premium di pasar lokal maupun nasional.
2. Keterampilan Olahan Ikan: Mendorong diversifikasi produk pangan berbasis ikan yang higienis, bernilai gizi tinggi, serta memiliki daya simpan panjang guna mendukung ketahanan pangan dan ekonomi pesantren.
3. Manajemen & Digitalisasi Usaha: Penguatan kelembagaan koperasi, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), serta strategi pemasaran berbasis digital.
Menuju Kemandirian Pesantren dan Indonesia Emas 2045
Dengan peningkatan kapabilitas dan diversifikasi unit usaha Koppontren, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja baru bagi wirausaha muda di lingkungan pesantren, meningkatkan kesejahteraan para santri serta warga sekitar, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif di Jawa Tengah secara berkelanjutan.
(Sando)
