MEDIA SUARA INDO – Relawan Ganjar Perkasa Nusantara (GPN) menggandeng Serikat Penggerak Mitra Indonesia (SPMI) untuk bermitra bersama dengan tujuan untuk mengangkat Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI di tahun 2024 nanti. Pertemuan perdana ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan TBRS Jl. Sriwijaya Semarang, Senin 16/10/2023.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari GPN yang sekaligus ketua DPD Jawa Tengah Edi Tjahjo, Sekjend DPD Jawa Tengah Slamet, Bendahara DPD Jawa Tengah Novi dan Perwakilan dari DPP selaku Bendahara Pusat Anastasia dan Sando selaku Humas DPP.
Sedangkan Perwakilan dari SPMI tampak yang hadir adalah Ketua DPP Pak Winarso, Ketua DPD Jateng Daniel Prayoga, Ketua Bidang Ekonomi Jerikun, Ketua Bidang Advokasi Didit, Ketua Bidang OKK.
Dalam kesempatan ini Edi Tjahyo selaku Ketua DPD GPN Jawa Tengah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesempatannya GPN dapat menjalin talisilaturahmi dengan SPMI, mudah-mudahan kerjasama ini bisa terjalin dengan baik dan bisa mengangkat pak Ganjar menjadi Presiden RI. GPN sudah tidak diragukan lagi karena Organisasi ini sudah merlegalitas dan mempunyai cabang 30 Provinsi dan 200 Cabang DPC Kota/Kabupaten.

Menurut Edi sebagai bagian dari masyarakat, keberadaan Ganjar Perkasa Nusantara (GPN) akan selalu berupaya bersama komponen masyarakat lainnya bersinergi dan berjuang mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan anggota Ganjar Perkasa Nusantara (GPN) menuju bangsa Indonesia yang berdaulat, adil dan Makmur.
Sementara itu Ketua Bidang Ekonomi SPMI Jerikun dalam perkenalanannya menyampaikan, awalnya dibentuknya SPMI berawal dari keresahan para Ojol jika ada permasalahan harus kemana mengadu, makanya terbentuklah SPMI ini dengan pergerakan Jawa Tengah yang ada di Gubernuran waktu itu dengan inisiator para tokoh-tokoh di Jawa Tengah inilah muncul pergerakan yang namanya Pergerakan Jateng.
Jerikun menambakan bahwa tugasnya sebagai Ketua Bidang Ekonomi adalah memberikan fungsi-fungsi dari para ojol yang mempunyai keahlian bisa kita sondingkan dengan Dinas-dinas, kebetulan SPMI ini sudah berlegalitas dan endingnya sudah jelas, Kemenkumham juga sudah ada maka dari itu mau bergerak apapun juga legal. Kita sudah mempunyai lebih dari 2000 anggota di kota Semarang. SPMI sendiri sudah ada 5 kota yang sudah deklarasi antara lain Kota Semarang, Kab. Kudus, Kab. Tegal, Kab. Brebes dan Purwokerto.
Tujuan pertemuan antara GPN dan SPMI adalah menyamakan persepsi yang intinya sama kita orang-orang Ganjar semua. Mau diminta apapun jika pak Ganjar menghendaki SPMI siap untuk menerima tugas. Namun nanti jika kita bertemu dengan GPN kita akan bersinergi bagaimana monggo, imbuhnya.
Sementara itu Ketua DPD Jawa Tengah Daniel Prayoga menjelaskan bahwa SPMI itu dibentuk dari teman-teman Ojol. Kenapa nama SPMI dengan menyebut nama Mitra, karena Mitranya aplikasi. Dalam kontek driver ojol ini bukan permanen karena mereka tidak ada jenjang karier. Kita sedang berusaha untuk menjadi setara yang selama ini belum setara atau sejajar. Dalam jangka pendek ini kan harus berimbas pada kita, yaini ekonomi, kenapa kita bisa berkumpul semua itu karena kita punya tujuan untuk kesejahteraan.

Bedanya dengan organisasi sejenis yang beraplikasi dengan organisasi komunitas, di ojol ini sebenarnya mereka juga punya komunitas-komunitas yang kalau di jumlah sampai ratusan jumlahnya, imbuhnya. Kita ini mewadahi komunitas-komunitas dari ojol ini supaya semua bisa masuk di SPMI.
Hasil pertemuan ini mendapatkan kesepakattan kerjasama antara GPN dengan SPMI antara lain GPN akan memberikan fasilitas Angkringan dibeberapa titik kumpul para ojol. Dengan adanya angkringan ini maka SPMI bertujuan untuk memberdayakan anggota SPMI dan juga akan dengan adanya angkringan ini nanti bisa sebagai tempat titik kumpul para ojol. Bilamana ada anggota ojol yang lagi mengantar penumpang dan membutuhkan tempat istirahat sekedar minum atau makan maka ditempat inilah nanti angkringan bisa sedikit membantu para ojol menemukan makan dan minum yang murah.
Selain Angkringan GPN juga akan mengusahakan agar SPMI bisa mewujudkan mempunyai Bengkel motor sendiri. Dengan memiliki bengkel motor akan meringankan para ojol jika terkendala dengan sepeda motor yang rusak saat melakukan tugas mengantar penumpang atau saat pulang mengantar penumpang. Masalah biaya nantinya akan mendapatkan keringanan bagi para ojol.
(Sando)
