Makam Mbah Genuk Yang Ada di Lokasi Wonderia Perlu Dipartahankan Sebagai Wisata Religi

0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

MEDIASUARAINDO.COM – Wonderia adalah salah satu tempat wisata di Kota Semarang yang pernah tenar di tahun 2004, dahulu sekitar tahun 1955 hingga 1969 juga pernah ada Taman Hiburan Rakyat (THR) Tegalwareng selanjutnya menjadi Pekan Raya Semarang (PRS). Pada tahun 1980 PRS di ganti namanya menjadi PRPP (Pekan Raya Promosi Pembangunan) yang sekarang pindah di lokasi Tawangmas.

Sampai saat masih ada rumor yang menjadi titik awal tentang Wonderia. Rumor-rumor miring yang beredar luas menyebabkan pengunjung enggan untuk bermain lagi di Wonderia, terutama setelah insiden jatuhnya salah satu wahana di sana dan beberapa insiden kecelakaan lain yang sebelumnya juga pernah terjadi.

Makam mbah Genuk yang perlu dipertahankan

Salah satu warga Genuk Karanglo Semarang yang lahir dan besar di wilayah tersebut, Joko Wijanarko menceritakan, kawasan Jalan Sriwijaya yang meliputi Genuk hingga Tegalsari merupakan jantung kota.

“Kalau Wonderia ini dulu namanya THR Tegalwareng. Selain taman hiburan juga ada kebun binatang yang memiliki kolam besar di dalam serta taman bermain. Saya dulu waktu kecil sering main-main di sini, terutama di kolam, banyak anak-anak mandi di kolam yang ada dilokasi. Kolam ini dulu banyak menelan korban tenggelam bahkan banyak yang meninggal di kolam ini, kejadian yang tidak masuk akal menurut korban yang selamat dirinya seperti ditarik oleh mahluk yang tidak tampak didalam kolam.’’ tutur pria berusia 54 tahun itu saat ditemui mediasuaraindo.com, Minggu (05/02/2023).

Saat Awak Media memasuki sepanjang jalan menuju makam Mbah Genuk tampak sepi dan ditumbuhi pohon-pohon besar dan semak belukar. Hingga akhirnya sampai di sebuah bangunan melingkar dimana di dalamnya ada empat makam. Nisan dari empat makam di sana tertulis nama Mbah Genuk Wiro Kusumo, Mbah Nyai Genuk, Mbah Wiro Noto, dan Mbah Tanjung.

Di tempat ini awak media di temui oleh seorang yang kerap di panggil pak Tua (56 th) salah satu penunggu makam Mbah Genuk. Sebagai orang yang sangat mengenal asal-usul tempat tinggalnya, Pak Tua mengakui, memang banyak sekali kejadian-kejadian aneh apabila tempat ini didatangi oleh orang-orang yang memiliki niat buruk.

Pak Tua yang Lahir dan di besarkan kampung Genuk Karanglo

Namun demikian banyak warga dari luar kota maupun dalam kota banyak yang ziarah ke sini mereka dari bermacam kalangan. Ada yang meminta naik pangkat, minta kesuksesan, minta dagangan laris, bahkan ada yang minta nomor togel.
‘’Percaya nggak percaya memang seperti itu cerita. Bahkan, pernah ada juga cerita seorang kernet truk subuh-subuh ke sini minta berkah supaya segera mendapatkan kerjaan atau trayek, ternyata setelah berdoa di sini orang itu mendapat telp untuk segera menemui juragan dan mendapat trayek keluar kota,’’ ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, cerita dari satpam yang pernah bekerja menjaga Wonderia dulu, kalau tiap malam ia sering melihat dan mendengar wahana permainan jalan sendiri seperti ada yang sedang bermain.

Menurut Pak Tua, kini Wonderia bukan lagi taman bermain, tapi justru sebagai tempat uji nyali sampai mencari berkah.
‘’Tiap Jumat Kliwon selalu ada orang yang datang ke makam Mbah Genuk, seperti pejabat, pedagang, dan pekerja yang ngalap berkah di sana. Belum lagi anak-anak muda yang uji nyali, bikin konten YouTube, sampai cari jimat di sini,’’ tandasnya.

Makam Mbah Genuk biasanya kerap didatangi para seniman yang akan menggelar pertunjukan di TBRS Semarang. Para seniman itu biasanya setelah mengunjungi makam Mbah Genuk, berziarah ke makam Mbah Mintoloyo dan mandi di Sendang Panguripan yang saat ini sudah tertutup cor.

Pak Tua mengaku tidak tahu secara pasti sosok Mbah Genuk. Namun, ia menyakini bahwa Mbah Genuk merupakan sosok perempuan yang berjasa membuka lahan di kawasan tersebut.

(Sando)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *