MEDIA SUARA INDO – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di kediaman Sugeng Nurmanto,SH.MM, di Dusun Karanglor, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul DIY (Minggu 4 Oktober 2026) ,Di tengah kesibukannya sebagai Bendahara DPW PAN DIY dan Anggota Fraksi PAN DPRD Gunungkidul, pria yang akrab disapa Pak Sugeng ini meluangkan waktu untuk wawancara khusus menyambut Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 yang jatuh pada 4 Oktober 2026.
Dengan mengenakan baju lurik biru dan blangkon Jogja yang khas, sebagaimana yang terlihat di poster ucapan Hari Jadi yang beredar, Sugeng Nurmanto tampil sederhana namun penuh wibawa. Latar belakang Pantai Siung di posternya bukan sekadar pemanis, melainkan cerminan komitmen dan kecintaannya pada Gunungkidul.
“Saya sengaja memilih background Pantai Siung. Karena di sana ada filosofi kita: Indah Alamnya, Ramah Warganya, Maju Daerahnya. Itu bukan sekedar slogan, itu adalah doa dan cita-cita kita semua di usia Gunungkidul yang ke-196 ini,” ujar Sugeng Nurmanto, http://SH.MM membuka wawancara.
MAKNA 196 TAHUN: GAYENG GUYUB, WARSA NAGARI, TENTREM ATINE
Tahun ini, Pemkab Gunungkidul mengusung tema “Gayeng Guyub, Warsa Nagari, Tentrem Atine” (1830-2026), Bagi Sugeng Nurmanto, tema ini sangat mendalam dan relevan dengan kondisi Gunungkidul saat ini.
“Gayeng Guyub itu adalah kekuatan kita. Warga Gunungkidul ini terkenal gotong royongnya, guyub rukunnya. Dari Karanglor Bejiharjo sampai ke pelosok Girisubo, dari Ponjong sampai Purwosari, semangat itu masih ada. Itu modal utama pembangunan,” tegasnya.
“Warsa Nagari itu artinya menjaga nagari, menjaga daerah. Bagaimana kita menjaga alam kita yang indah ini, dari gunung karst, goa-goa, sampai pantai-pantai selatan yang mendunia, agar tetap lestari dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.”
“Tentrem Atine, ini yang paling penting. Pembangunan fisik, jalan, jembatan, pariwisata, percuma kalau hati warga tidak tentram. Maka tugas kami di DPRD, di PAN, adalah memastikan pembangunan itu adil, merata, dan menentramkan hati rakyat kecil,” lanjut Bendahara DPW PAN DIY ini.
DARI KARANGLOR UNTUK GUNUNGKIDUL: PAN HADIR UNTUK RAKYAT
Wawancara di rumahnya di Dusun Karanglor Bejiharjo ini menjadi simbol bahwa Sugeng Nurmanto tidak pernah melupakan akarnya. Bejiharjo yang terkenal dengan Goa Pindulnya adalah contoh nyata bagaimana potensi alam jika dikelola dengan baik oleh warga yang ramah, akan memajukan daerah.
“Bejiharjo ini contoh. Dulu desa biasa, sekarang jadi destinasi wisata dunia karena keramahan warganya dan keindahan alamnya. Ini yang harus kita tularkan ke 144 kalurahan se-Gunungkidul. Potensi kita luar biasa. PAN berkomitmen untuk terus mengawal agar dana keistimewaan, dana desa, dan APBD benar-benar sampai untuk memajukan potensi lokal,” paparnya.
Di usianya yang ke-196 tahun, Gunungkidul menurutnya sudah sangat dewasa. Bukan lagi daerah miskin, tertinggal, dan tandus seperti stigma dulu. Gunungkidul kini adalah daerah tujuan wisata unggulan, daerah dengan pertumbuhan ekonomi kreatif yang pesat.
“PR kita ke depan adalah SDM dan Infrastruktur yang merata. Jangan sampai ada kesenjangan antara utara dan selatan. Pantai Siung, Pantai Baron, Pantai Drini sudah maju. Kita ingin Karangmojo, Ponjong, Karanglor juga maju dengan potensi pertaniannya, budayanya. Maju bersama, sejahtera bersama,” harapnya.
Di akhir wawancara, Sugeng Nurmanto.SH.MM menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi secara resmi:
“Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar DPW PAN DIY serta Fraksi PAN DPRD Gunungkidul, saya Sugeng Nurmanto.SH.MM mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ke-196 Tahun (4 Oktober 2026). Semoga di usia yang ke-196 ini, Gunungkidul semakin Indah Alamnya, Ramah Warganya, dan Maju Daerahnya. Gayeng Guyub, Warsa Nagari, Tentrem Atine. Matur Nuwun, Gunungkidul ku!”
Wawancara pun ditutup dengan doa bersama untuk Gunungkidul yang damai dan sejahtera, dan secangkir teh hangat khas Karanglor Bejiharjo.
(Teguh/Sando)
