MEDIA SUARA INDO – Hiburan seperti organ tunggal atau orkes dangdut sangat lazim untuk menambah semarak dalam sebuah Hajatan apalagi dikota Semarang, sekelas ibukota Provinsi Jawa.

Hiburan tradisional sudah sangatlah langka bertahan dalam suatu daerah, biasanya kesenian budaya terhimpun dalam sebuah sanggar atau sekelompok seniman mendirikan Kelompok kesenian.
Turonggo Seto Sampangan beda, kesenian tersebut merupakan salah Kesenian yang dimiliki oleh Kelurahan Sampangan dan masih lestari sampai saat ini 66 Tahun bergenerasi.

Sabtu (27/6) sejak pagi di jl. Rorojongrang VI no. 5 RT.02 RW.13 Kembang Arum Semarang Barat nampak ramai rombongan kesenian datang dari Sampangan menata alat musik gamelan Jawa, dan ada uang sedang dirias dalam teras rumah warga.

Mereka dari kelompok Kesenian Jaran Kepang Turonggo Seto Sampangan sedang mempersiapkan untuk menghibur tamu yang datang pada hajatan Khitanan adik M. Pangandel Wibisana . H putra bapak ipang dan ibu Via Hariyanto warga disana.
Antusias warga sekitar juga nampak berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Retno (56) warga sekitar menerangkan bahwa hiburan dalam hajatan seperti musik dangdut dan sejenisnya sudah biasa, ini Jaran Kepang dengan personil banyak sekali ungkapnya takjub.
Mungkin kalo dikampung atau didesa masih wajar, klo di Semarang baru lihat sekarang tambahnya.

Jawadi Ketua Paguyuban Seni Jaran Kepang Turonggo Seto menjelaskan bahwa Tuan Rumah merupakan bagian dari Turonggo Seto yang selalu membantu rias saat tampil.
“Saat ini dari total anggota yang dari mulai Yogo (penabuh), penari dari yang muda dan remaja juga pawang dan Pager total 38 personil” tambahnya.
“Karena terbatasnya waktu kita tidak melibatkan senior, hanya Turonggo setiap muda dan remaja yang tampil” jelas Mustari selaku pawang paguyuban.
Acara dari awal sampai akhir berjalan dengan baik tanpa halangan apapun dan yang hadirinpun cukup banyak.
(Oman)
